Bantuan Listrik dari Pusat bantu Masyarakat di Pedalaman
Masyarakat Desa Long Lebusan kini bisa merasakan terangnya dimalam hari, sudah tidak beradu lagi dengan gelapnya malam. Mulanya des aini tidak memiliki sumber daya listrik. Hal ini mungkin hal yang biasa bagi masyarakat perkotaan kebanyakan. Namun bagi masyarakat di desa pedalaman merasa sangat terbantu seperti, para pelajar yang bisa belajar malam hari bukan hanya dengan dukungan senter semata, begitu juga saat hendak ke toilet tidak perlu khawatir akan gelap, dapat mengisi daya gawai dengan mudah, dan sebagainya.
Bantuan listrik ini bersumber langsung dari pusat dibawah naungan Kementerian Energi dan Mineral yang setiap rumah mendapatkan daya sebesar 4 ampere. Proses ini membutuhkan banyak proses seperti, pemasangan tiang listrik yang dilakukan sejak tahun 2024 bermula dari desa ibukota Kecamatan Sungai Boh. Lalu pada November 2025 pemasangan meteran disetiap rumah tanpa memungut biaya. Hingga pada 7 Desember 2025 dilaksanakan peresmian pengaktifan serentak dimana Bupati Kabupaten Malinau, Wempi W. Mawa juga turut serta.
Sumber daya listrik ini dialiri dari kantor PLN yang sudah dibangun terletak di sekitar kawasan Batang Lataq. Listrik yang dialiri pada jumlah pulsa tertentu hanya gratis dalam kurun waktu tertentu pula sehingga apabila habis, masyarakat harus membeli secara mandiri dengan tarif prabayar. Listrik ini menyala selama 12 jam setiap mulai dari jam 18:00 hingga 06: 00 pagi. Meskipun demikian, masyarakat berharap apabila listrik ini menyala sepanjang waktu akan sangat membantu aktivitas rumah tangga secara keseluruhan misalnya, menggunakan mesin cuci, memasak nasi dengan magicom, dll.